Minggu, 09 Januari 2011

GHADAB

Kata ghadab secara harfiah berarti marah atau pemarah. Marah dalam pengertian ghadab bersifat negatif. Dengan istilah lain, ghadab (marah) yaitu merasa tidak senang dan panas hati karena suatu sebab, seperti dihina dan lainnya. Ghadab juga berarti darah yang memanas di jantung. Orang yang marah bisa berakibat muka tampak memerah dan pandangan mata menjadi seram, dengan diikuti denyut jantung yang makin cepat dan tubuh berasa gemetar. Hal ini terjadi karena darah beredar ke seluruh tubuh, sehingga terjadi pemanasan dalam tubuh. Apabila marah ini tidak terkendali maka seseorang akan mudah melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Seorang pemarah cenderung tidak mempunyai sifat pemaaf terhadap orang lain, jauh dari kelembutan dan ketenangan, serta menunjukkan bahwa dia tidak sabar dalam pribadinya.

Marah adalah sifat tercela yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu sifat ini dilarang oleh Islam. Sudah seharusnyalah kita berusaha mengendalikan sifat ini. Marah akan menutupi pikiran sehat seseorang. Orang yang marah tidak akan bisa mempertimbangkan baik dan buruk. Ia akan bertindak sekehendak nafsu amarahnya. Ia bertindak berdasar emosi saja. Dengan demikian akan mudah dipengaruhi setan. Sebagai orang beriman dan bertakwa kita harus bisa mengendalikan diri dari amarah, karena mengendalikan diri dari marah adalah salah satu ciri orang yang bertakwa.

Bahaya sifat marah, antara lain :
  1. Meretakkan hubungan pertemanan atau kekerabatan. Orang yang dimarahi akan merasa dihina dan dicemooh.
  2. Akan dijauhi orang lain.
  3. Bisa menimbulkan penyakit pusing bahkan bisa terserang hipertensi (darah tinggi).
  4. Menimbulkan dosa, apalagi kalau marahnya berlebihan dengan menimbulkan kerusakan-kerusakan terhadap barang-barang, baik milik sendiri maupun milik orang lain.
  5. Dibenci Allah, Rasul-Nya, serta manusia.
  6. Dapat merusak iman seseorang dan dapat menimbulkan dendam dan sakit hati.
Marah adalah perbuatan yang berasal dari setan. Oleh karena itu kita harus menanggulanginya. Beberapa cara menanggulangi sifat marah adalah :
  1. Berusaha menyadari akibat buruk yang timbul dari marah.
  2. Mengoreksi kesalahan diri sendiri.
  3. Berusaha bersabar dalam menghadapi masalah, yaitu jika marah dalam keadaan berdiri, hendaknya kita segera duduk. Jika tidak reda juga, kita berbaring dan jika tidak terkendali juga, kita harus segera berwudu, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah dalam hadistnya.
Marah yang pada tempatnya dianjurkan dalam Islam. Marah menurut ajaran Islam, antara lain :
  1. Jika aturan Allah SWT dilanggar atau dihina dan terdapat kemaksiatan.
  2. Marahnya orang tua kepada anak karena tujuan kasih sayang dan pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar